Editor Says, Kesehatan Jadi yang Paling Utama di Bulan Puasa

Oleh henryhens pada 17 Mei 2018, 01:13 WIB
20160610-Serunya Berbuka Puasa Bersama di Masjid Istiqlal

Bintang.com, Jakarta Ramadan adalah bulan penuh berkah. Di bulan puasa ada begitu banyak hal istimewa dan hanya bisa terjadi saat Ramadan tiba, hingga membuatnya begitu dirindukan kedatangannya.

Buat yang menjalani puasa, selama puasa terutama di siang hari, biasanya akan membuatmu energi yang nggak terlalu banyak. Soalnya, kamu nggak makan dan minum sejak fajar sampai matahari tenggelam.Ada banyak ibadah dan kegiatan yang kita lakukan di bulan puasa.

Mulai dari sahur, berpuasa, beribadah dan beraktivitas seperti hari-hari biasa, berbuka puasa, solat tarawih dan membaca Al Qur’an. Namun kita harus ingat, semua itu tak akan bisa atau sulit dijalani kalau tubuh kita tidak sehat. Di sisi lain, di bulan Ramadan biasanya tubuh kita jadi rentan dengan berbagai penyakit.

Jangan Tinggalkan 7 Kebiasaan Sehat Ini Saat Puasa (MediaGroup BestForYou/Shutterstock)
Jangan Tinggalkan 7 Kebiasaan Sehat Ini Saat Puasa (MediaGroup BestForYou/Shutterstock)

Bukan karena puasa. Ibadah puasa justru punya kelebihan dan kebaikan untuk kesehatan tubuh. Tapi, penyakit berdatangan lantaran pola makan dan hidupmu yang nggak sehat. Makanan yang kamu konsumsi selama bulan puasa sangat mempengaruhi kesehatan.

Biasanya, banyak orang yang mengonsumsi makanan sangat manis, banyak mengandung kalori, serta goreng-gorengan. Makanya, nggak heran kalau selama atau usai Ramadan, banyak orang yang sakit, berat badannya naik. Bahkan gula darah dan tekanan darah juga ikut naik.

Buat kamu yang ingin menurunkan berat badan, kamu bisa mencoba salah satu hasil penelitian dari BIDMC tentang kandungan bahan aktif pada buah Brindleberry yang juga didukung oleh penelitian University of Maryland Medical Center. Hal ini sudah diteliti sejak tahun 1998 oleh para peneliti dari BIDMC tersebut melalui beberapa partisipan gaya hidup sehat yang dikelompokkan menjadi dua grup.

1 of 3

Brindleberry dan Berat Badan

[Bintang] Brindleberry
Brindleberry. foto: tips curing disease

Grup pertama mengkonsumsi Hydroxycitric Acid (HCA) yang banyak terkandung pada Brindleberry sebanyak 440 mg sehari tiga kali dan grup kedua mengkonsumsi placebo dan semua partisipan tetap menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Setelah masa ujicoba, ditemukan penurunan berat badan yang sangat signifikan pada semua partisipan grup pertama.

Sedangkan pada grup yang kedua, penurunan berat badan sangat sedikit, kontras dengan hasil penurunan berat badan pada grup yang pertama. Brindleberry sendiri kaya akan bahan aktif Hydroxycitric Acid yang menurut BIDMC kalau dikonsumsi sebanyak 1500 mg setiap harinya akan bisa menurunkan berat badan secara signifikan.

Setelah diteliti lebih lanjut, HCA ternyata membuat karbohidrat yang kita konsumsi setiap hari tidak disimpan dalam bentuk cadangan lemak pada tubuh kita. Dengan begitu, mengkonsumsi HCA sebelum makan akan memberikan efek yang sangat maksimal.

[Bintang] Brindleberry
Brindleberry. foto: feature Pics

HCA yang banyak terkandung pada buah brindleberry ini yang dapat membantu menurunkan berat badan ini juga telah dipublikasikan pada website berita terkemuka dunia, Forbes.com.

Di Indonesia, kandungan buah brindleberry yang kaya akan HCA dapat ditemukan pada produk minuman serat bermerek Grinasel. Salah seorang pelanggan produk ini, Adele Olivia, mengatakan berat badannya turun cukup signifikan. Sekitar 6 bulan yang lalu berat badannya mencapai 97 Kg.

Setelah rutin mengkonsumsi Grinasel selama 3 bulan pertama, berat badan Adele turun sebanyak 15 Kg. Lalu berbekal keberhasilan tersebut, ia melanjutkan kembali untuk mengkonsumsi Grinasel di 3 bulan yang kedua, tentunya sambil diiringi dengan olahraga. 

2 of 3

Makanan dan Minuman Sehat

Olahraga Wanita Pilates
Olahraga Wanita Pilates

“Hasilnya lebih mengejutkan, karena pada 3 bulan yang kedua berat badan saya berhasil turun sampai 22 kg,” ucap Adele Olivia, Lebih lanjut dia menerangkan, setelah total 6 bulan mengonsumsi Grinasel, berat badannya turun sampai 37 Kg.

“Berat badan saya sekarang sudah di angka 60 kg, dari yang sebelumnya 97 kg,” ucap Adele yang tentunya tetap sehat setelah berat badannya turun.

Jadi, selama bulan puasa atau bulan Ramadan, dan juga di bulan-bulan lainnya, tetaplah mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat. Karena kesehatan itu memang sangat penting dan tak ternilai harganya.

 

Lanjutkan Membaca ↓