Ruth Sahayana Jadi Juri SSGS 2, Pemenang Dapatkan Mikrofon Senilai 300 Juta

Oleh Anto Karibo pada 18 Des 2018, 19:45 WIB
Ruth Sahayana

Bintang.com, Jakarta Sebuah gelaran pencarian bakat bertajuk Shei Shi Ge Shou Season (SSGSS) 2 sukses digelar. SSGS 2 merupakan ajang pencarian bakat penyanyi Mandarin Indonesia. Di musim kedua, para peserta yang berasal dari 8 Provinsi di Indonesia dinilai dan dikarantina hingga terpilih memasuki babak Grand Final.

Di babak Grand Final, kemampuan bernyanyi mereka dinilai secara langsung oleh dewan juri yang terdiri dari: Ruth Sahanaya , Marcos Tjung, Maria Calista , Livienne Russellia , Andy Setiawan dan Noveo Alexander.

Grand final Shei Shi Ge Shou Season 2 (SSGS) 2 sudah digelar 6 Desember 2018 lalu. Dari 13 Finalis akhirnya di eliminasi menjadi Top 5 dan + 1 Favorit. Mereka adalah Steffi (Juara 1/Pontianak ), Yen Yen (1st Runner Up/Pontianak) dan Hen Hen (2nd Runner Up/Jakarta).

SSGSS 2
SSGSS 2 (dok istimewa)

Selain berhak untuk rekaman dan disiapkan sebagai penyanyi Mandarin level internasional, para finalis juga mendapatkan hadiah istimewa. Pemenang SSGS 2 dapatkan mikrofon senilai 300 juta. 

“Hadiahnya berupa microphone. Tapi bukan microphone biasa karena berstatus sebagai mic termahal di Indonesia,” kata Marcos Tjung selalu CEO MTjung Production, penggagas SSGS 2, kepada pewarta di Jakarta, baru-baru ini.

Dituturkan dia, microphone tersebut merupakan hadiah bergilir yang bisa digunakan oleh pemenang utama di tiap musim. Selain memiliki kualitas tata suara mutakhir, microphone tersebut juga dibalut dengan berlian 19 karat.

 

SSGSS 2
SSGSS 2 (dok istimewa)

“Supaya mereka juga menyanyinya dengan rasa kebanggaan. Kalau microphonenya mahal, tentu yang menggunakannya juga tidak boleh penyanyi sembarangan,” Marcos Tjung menjelaskan. 

Microphone berlapis berlian tersebut merupakan hadiah yang dipersembahkan brand kecantikan terkemuka, Martinez Professionnel, selaku sponsor utama. Dukungan brand kosmetika yang sedang digandrungi masyarakat terhadap eksistensi penyanyi Mandarin Indonesia begitu besar.

“Karena Martinez Professionnel berkeinginan menjadikan sesuatu yang semula biasa-biasa saja menjadi bersinar. Jangan mau kalah dengan produk kosmetik lokal yang sudah bersaing di level internasional, penyanyi Mandarin kita juga harus demikian,” jelas Livienne Russellia selaku CEO PT Cakra Daya Makmur yang menaungi Martinez Professionnel.

 

Tag Terkait