7 Gaya Pacaran Kids Jaman Now yang Kurang Baik Buat Hubungan

Oleh fitriandiani pada 11 Okt 2017, 21:27 WIB
Ilustrasi Relationship

Bintang.com, Jakarta Setiap orang punya caranya sendiri untuk mengungkapkan rasa sayang kepada pasangannya. Nah, perbedaan cara antara dua orang yang menjalin hubungan itu, akan mempengaruhi bagaimana gaya mereka sebagai "pasangan" saat pacaran.

Iya, setiap pasangan juga punya gaya pacaran yang berbeda-beda. Tapi pada dasarnya setiap tetap butuh hal-hal esensial dalam membangun sebuah hubungan. Tetap perlu menghindari beberapa, dan mempertinggi intensitas beberapa.

Contoh hal esensial yang harus ada, bagaimanapun cara seseorang mengutarakan cinta kepada pasangannya dan bagaimana gaya pacaran mereka, adalah komunikasi. Nggak semua orang bakat terbiasa mengungkapkan rasa sayang dengan kata-kata, tapi tetap, rasa sayang itu harus diungkapkan. 

Ada juga yang harus dihindari, seberapapun kamu dan dia menganggap itu biasa. Misal; bercandaan kasar dengan kata makian. Ya sih, bagi sebagian pasangan itu biasa. Tapi coba deh hilangkan itu dan ganti dengan kata-kata yang lebih lembut. Pasti rasanya berbeda. Berkata lembut kepada pasangan itu tanda kamu menghormatinya, lho. Tapi, seberapa banyak sih pasangan muda yang peduli sama hal-hal seperti ini?

Di era serba digital begini, gampang banget membaca pola para pasangan muda dalam menjalani hubungannya. Sayangnya, banyak yang masih melakukan hal-hal yang sebenarnya nggak baik buat hubungan.

Nih, simak ya 7 gaya pacaran kids jaman now yang sebaiknya dihindari:

1. Ngomong cintanya kebanyakan di media sosial

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Jacob Ufkes)

Giliran langsung, nggak bilang cinta. Hihi. Sebenarnya cintamu mau ditujukan ke pacarmu apa ke teman-teman di dunia maya?

2. Mengabaikan pentingnya kelembutan sebagai sikap menghormati

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Bewakoof)

Sekarang, bercanda-canda ngomong kasar sama pasangan sih biasa. Padahal kalau bisa lebih lembut akan membuat satu sama lain merasa lebih dihormati lho.

3. Membiarkan hubunganmu jadi konsumsi publik

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Josh Peterson)

Seperti apa yang terjadi pada hubunganmu, itu semua orang harus tahu. Ya kalau mesra, ya kalau marah, ya kalau ada masalah, semuanya dibawa ke ranah umum seperti media sosial. Pffft! Padahal itu semuanya tetap berada di ranah privasi.

4. Terlalu berpatokan pada hubungan orang lain

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Denys Nevozhai)

Istilah gaulnya, relationship goals. Sayangnya, goals yang mereka set itu hanya berupa fisik atau materi.

5. Sukanya terburu-buru dalam mengambil keputusan

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Toa Heftiba)

Berantem dikit, bilang putus. Apa-apa mikirnya jalan pintas aja, jatuhnya jadi seperti nggak menjaga komitmen.

6. Mudah menyerah

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Matheus Ferrero)

Setiap hubungan pasti ada ujiannya, tapi nggak banyak yang mau rela bersusah-susah menghadapi ujiannya. Putus aja, cari yang lebih mudah. Selalu begitu solusinya.

7. Pergi ke mana-mana sampai liburan pun berduaan, demi feed instagram dan bom likes

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Toa Heftiba)

Ya, inilah kelakuan kids jaman now yang haus pengakuan. Jangan sampai kamu melakukan apa-apa bersama dan/atau untuk pasanganmu, tapi tujuannya demi mengundang simpatik orang lain, bukan semata-mata demi kebahagiaan hubungan kalian.